Bursa Ketua KONI Gorontalo 2027 Memanas: Enam Nama Mulai Bertarung, Kursi Ketua Jadi Rebutan

Harianfaktual.com, GORONTALO – Meski pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Gorontalo masih sekitar enam bulan lagi, dinamika menuju pemilihan Ketua KONI periode 2027–2031 mulai menghangat.

Agenda Musprov yang diperkirakan berlangsung pada Maret 2027 tersebut perlahan mulai menjadi perhatian di kalangan insan olahraga. Sejumlah nama mulai disebut-sebut memiliki peluang untuk maju memperebutkan kursi Ketua KONI Provinsi Gorontalo.

Informasi yang dihimpun menyebut sedikitnya enam figur mulai masuk dalam bursa kandidat. Mereka yakni Yakub Tangahu, Thomas Mopili, Erwin Ismail, Weni Liputo, dr. Irawan Huntoyungo, dan Jefry Rumampuk.

Keenam figur tersebut memiliki latar belakang, pengalaman organisasi, serta rekam jejak berbeda. Masing-masing tentu memiliki modal dan kekuatan tersendiri untuk membangun konsolidasi jika benar-benar memutuskan maju dalam Musprov mendatang.

Seorang penggiat olahraga Gorontalo mengatakan, siapapun yang nantinya terpilih harus mampu membawa KONI menjadi organisasi yang lebih profesional, solid, transparan, serta fokus pada peningkatan prestasi atlet.

“Yang paling penting bukan sekadar siapa orangnya, tetapi apa visi dan misinya. Ketua terpilih harus mampu memperbaiki tata kelola organisasi sekaligus memastikan pembinaan atlet dan cabang olahraga berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, Musprov KONI jangan hanya dipandang sebagai ajang pergantian kepemimpinan. Momentum tersebut harus menjadi titik evaluasi dan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pembinaan olahraga di Gorontalo.

“Latar belakang calon tentu penting, tetapi yang lebih utama adalah kemampuan memimpin, membangun komunikasi dengan cabang olahraga, memperjuangkan kepentingan atlet, serta menghadirkan program yang benar-benar berdampak terhadap prestasi,” katanya.

Enam Nama, Enam Modal Kekuatan

Yakub Tangahu menjadi salah satu nama yang cukup diperhitungkan. Ia memiliki pengalaman dalam memimpin organisasi olahraga, termasuk pernah menjabat Ketua KONI Kabupaten Bone Bolango. Saat ini, Yakub juga dipercaya sebagai Plh Ketua KONI Provinsi Gorontalo. Pengalaman tersebut menjadi modal tersendiri apabila dirinya memutuskan maju dalam Musprov 2027.

Nama berikutnya adalah Thomas Mopili. Selain dikenal sebagai Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas juga memiliki keterlibatan langsung dalam dunia olahraga. Ia tercatat sebagai Ketua POBSI Gorontalo sekaligus Wakil Ketua KONI Provinsi Gorontalo. Posisi dan pengalaman tersebut membuat namanya ikut diperhitungkan dalam bursa calon ketua.

Kemudian ada Erwin Ismail, figur yang dikenal memiliki energi dan gagasan dalam organisasi olahraga. Saat ini Erwin menjabat Ketua IMI Gorontalo. Kehadirannya dalam bursa kandidat dinilai dapat menawarkan perspektif berbeda, terutama menyangkut inovasi, pembinaan generasi muda, serta penguatan olahraga prestasi.

Selanjutnya, dr. Irawan Huntoyungo juga disebut memiliki peluang. Mantan Ketua KONI Kabupaten Gorontalo tersebut dikenal memiliki pengalaman dalam mengelola organisasi olahraga. Ia juga pernah memimpin Pengkab Taekwondo Indonesia Kabupaten Gorontalo. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal jika dirinya kembali masuk dalam kontestasi kepemimpinan KONI, kali ini di tingkat provinsi.

Weni Liputo juga menjadi figur yang tidak bisa dikesampingkan. Dengan pengalaman panjang di pemerintahan dan dunia olahraga, termasuk pernah menjabat Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Weni dinilai memiliki pemahaman mengenai kebijakan, pembinaan, hingga pengembangan olahraga daerah. Pengalaman panjang tersebut menjadi salah satu kekuatan yang membuat namanya masuk dalam perbincangan.

Sementara itu, Jefry Rumampuk muncul sebagai figur dengan latar belakang berbeda. Jurnalis yang sebelumnya sempat menyatakan diri maju sebagai calon Ketua KONI Kabupaten Gorontalo tersebut kini disebut-sebut berpotensi mencoba peruntungan di tingkat provinsi.

Jefry membawa wacana perubahan dan penyegaran organisasi. Gagasan mengenai wajah baru, transparansi, penguatan komunikasi publik, serta tata kelola yang lebih terbuka menjadi warna tersendiri dalam bursa kandidat.

Pertarungan Masih Panjang

Meski enam nama mulai berhembus, peta politik olahraga Gorontalo masih sangat dinamis. Tidak menutup kemungkinan muncul figur lain, sementara nama-nama yang saat ini disebut juga belum tentu seluruhnya benar-benar maju.

Dukungan dari pengurus cabang olahraga, KONI kabupaten/kota, serta pemilik suara dalam Musprov nantinya akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah kontestasi.

Karena itu, persaingan menuju Musprov KONI Gorontalo 2027 diprediksi tidak sekadar menjadi pertarungan nama, tetapi juga pertarungan gagasan, program, jaringan organisasi, dan kemampuan membangun konsolidasi.

Publik olahraga tentu berharap proses pemilihan berlangsung demokratis, transparan, dan mengedepankan kepentingan olahraga Gorontalo. Ketua yang terpilih nantinya dituntut tidak hanya mampu mengelola organisasi, tetapi juga memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas pelatih, memperhatikan kesejahteraan atlet, serta mengangkat prestasi Gorontalo di tingkat nasional maupun internasional.

Enam nama kini mulai disebut. Namun, siapa yang benar-benar akan turun gelanggang masih menjadi tanda tanya.

Satu hal yang pasti, bursa Ketua KONI Gorontalo 2027 mulai memanas. Pertarungan masih panjang, dan dinamika dipastikan terus bergerak hingga Musprov digelar.

Kini publik olahraga Gorontalo tinggal menunggu: siapa yang benar-benar siap maju, siapa yang mampu menggalang dukungan, dan siapa yang memiliki visi paling kuat untuk membawa olahraga Bumi Serambi Madinah menuju prestasi yang lebih tinggi.

Penulis di Media Online Harianfaktual.com